Postingan Terbaru :

1. Yatterman dahulu danYatterman (Yoru no Yatterman) sekarang

2. Game dengan RPG Maker VX Ace.

3. Kotatsu/Meja penghangat asal Jepang.

4. Teru Teru Bozu adalah....

Posted by : Duniaku Duniamu Dunia Kita Semua Thursday, January 16, 2014




Senbazuru adalah sekumpulan origami yang berbentuk bangau lalu dirangkai menggunakan benang.
nah kenapa kali ini Se-No ngebahas tentang Senbazuru atau Seribu bangau kertas?





Teman teman disini pasti pernah mendengar tentang mitos jika kita membuat 1000 buah bangau kertas, maka apa yang kita inginkan akan terkabul. Sebagai contoh jika kita ingin ssahabat kita lekas sembuh dari penyakit yang berat, maka kita dengan teman teman yang lainnya membuat 1000 bangau kertas lalu berharap semoga sahabat kita yang sakit tadi lekas sembuh (biasanya dianime kaya gitu xD) . Sebenarnya Senbanzuru tidak hanya dibuat untuk dapat mengabulkan permohonan seperti pada contoh tadi saja, tapi Senbanzuru juga digunakan pada saat pernikaahan dan juga digunakan untuk melambangkan perdamaian dunia, kita akan bahas semuanya satu persatu (o.o)bb

Yang pertama kita akan membahas kenapa Senbazuru dikatakan dapat mengabulkan permohonan kita. Awal mula mitos ini berasal adalah dari kepercayaan masyarakat jepang yang mempercayai kalau bangau merupakan binatang suci yang dapat hidup ribuan tahun, dan di Jepang , sering diceritakan jika kita membuat origami burung bangau sebanyak 1000 buah maka nantinya permohonan yang kita inginkan akan tercapai.

Yang kedua adalah Senbazuru yang diberikan/digunakan pada saat pernikahan, biasanya, 1000 bangau ini digunakan oleh seorang ayah yang nantinya akan diberikan kepada anak dan menantunya yang menikah saat itu, hal itu dikarenakan sang ayah menginginkan agar anak dan menantunya tersebut mendapatkan kebahagiaan dan kemakmuranselama mereka berkeluarga. 

Yang ketiga adalah mengapa Seribu bangau kertas menjadi simbol dari perdamaian dunia.
Jadi ceritanya begini............
Menurut buku Sadako and the Thousand Paper Cranes, awal mula seribu bangau kertasmenjadi simbol dari perdamaian dunia berasal dari ksah nyata Sadako Sasaki, nah Sadako Sasaki ini adalah seorang gadis Jepang yang lahir pada tahun 7 Januari 1943, dan wafat pada tahun 25 Oktober 1955. Sadako wafat dikarenakan penyakit leukemia yang disebabkan oleh bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang pada tahun 6 Agustus 1945 (Inget Inget sejarah sedikit). Pada saat itu Sadako masih berumur sekitar 12 tahun. Pada tanggal bom tersebut dijatuhkan, Sadako berada didalam rumahnya, rumahnya berjarak sekitar 1 mil dari tempat jatuhnya bom tersebut. Sadako mulai terlihat sakit sejak bulan November tahun 1955, pada saat itu muncul beberapa tanda seperti bagian belakang leher dan telinga sadako membengkak danjuga muncul bercak biru dikedua kakinya. 

Pada tahun 1955 Sadako pun didiagnosa oleh dokter bahwa dia menderita leukemia, ibunya berfikir kalau sakitnya itu disebabkan oleh radiasi nuklir dari bom yang dijatuhkan pada tahun 1945 itu. pada tahun 21 Februari Sadako dirawat dirumah sakit dan menurut dokter Sadako hanya memiliki umur kurang lebih hanya sekitar 1 tahun saja (T-T). Pada tanggal 3 Agustus 1955 ada seorang teman dari Sadako yang bernama Chizuko Hamamoto, pada saat itu Chizuko membuat sebuah bangau kertas, dan menurut mitos yang dipercaya saat itu (sampai sekarang mitos ini juga masih dipercaya) jika kita membuat 1000 buah lipatan burung bangau maka permintaan kita akan dikabulkan oleh para dewa. Darii sanalah akhirnya Sadako berusaha membuat 1000 bangau kertas, pada saat itu Sadako sering kekurangan kertas untuk membuat lipatan bangau tersebut, akan tetapi Sadako tidak menyeah meskipun dia kekurangan kertas lipatnya. Akhirnya Sadako membuat lipatan burung bangau menggunakan kertas kertas yang bisa dia temukan dirumah sakit seperti kertas resep atau kertas yang didapatkan dari bekas bingkisan bingkisan para penjenguk dirumah sakit itu, Chizuko juga sering membawa kertas dari sekolahnya.

Selama masa perawatan kondisi Sadako semakin hari semakin memburuk, Sadako pada saat itu sulit makan, keluarganya terus memintana agar dia mau makan sehingga kondisinya bisa membaik kembali. Dan akhirnya dia pun menuruti permintaan keluarganya untuk makan, dia meminta keluarganya untuk membawakannya nasi yang dicampurkan dengan teh, pada saat memakannya dia berkata "rasanya enak" , dan itu juga merupakan kata kata terakhir yang dia ucapkan. Sadako meninggal di Pagi hari pada tanggal 25 Oktober 1955 dengan dililingi oleh kluarganya .:(TwT):. . Pada saat itu Sadako hanya mampu membuat bangau kertas sebanyak 644 buah, lalu sisanya dilanjutkan oleh teman temannya sehingga mencapai 1000 buah bangau kertas, setelah itu 1000 bangau kertas tersebut dikubur bersama dengan Sadako.

Akan tetapi ada versi lain dari buku Sadako and the Thousand Paper Cranes, menurut Museum Monumen Perdamaian Hiroshima dikatakan pada saat akhir bulan Agustus 1955, Sadako berhasil mewujudkan cita-citanya untuk melipat 1000 bangau kertas. Setelah wafatnya Sadako, teman temannya menggalang dana untuk membuat sebuah monumen yang bertujuan untuk mengenang Sadako dan anak anak yang meninggal diakibatkan oleh bom atom tersebut. Dan akhirnya pada tahun Tahun 1958 patung Sadako pun selesai dibuat, patung tersebut berbentukkan Sadako yang sedang memegang burung bangau emas. Patung tersebut dipajang di Taman Monumen Perdamaian Hiroshima, dan patung tersebut biasa disebut dengan Genbaku Dome.

Dibawah kaki dari pautung terdapat kata kata yang bertuliskan sebagai berikut:

  • Kore wa bokura no sakebi desu. Kore wa watashitachi no inori desu. Sekai ni heiwa o kizuku tame no.
  • Ini adalah seruan kami. Ini adalah doa kami. Untuk membangun kedamaian di dunia.

  • Sonogo, tori no kami no tamashī, hikō, nejire ya oikoshi, kūkan, kyori to jikan no jigen ni, karera no yōkyū o kyoka suru… To manifesuto ni, onaji no ōkina yumetokibō o motsu betsu no ningen no ko o sagashimasu!
  • Jiwa-jiwa burung kertas, kemudian terbang, meliuk dan menyalip, ke dalam dimensi ruang, jarak dan waktu, mengabulkan permintaan mereka… dan mencari anak manusia lain dengan mimpi serta harapan besar yang sama, untuk di wujudkan!

Begitulah cerita asal mula mengapa seribu bangau kertas menjadi simbol dari perdamaian dunia, Sejak kejadian itu di Jepang setiap tanggal 6 Agustus memperingatinya sebagai hari perdamaian . Jika teman teman ingin tau gimana cerita lengkap dari kisah Sadako Sasaki, teman teman bisa membaca buku yang berjudul Sadako and the Thousand Paper Cranes.


Semoga bermanfaat :))

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Duniaku Duniamu Dunia Kita Semua - Shiroi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -